Rabu, 08 Desember 2010

Penyebab Anak Yang Kabur Dari Rumah

untuk anak-anak aku pernah dengar dari omongan ibuku yg orang psikolog, ada faktor-faktor yang membuat anak tidak bisa berfikir alternatif lain, misalnya ketika seorang anak cacat disekolahkan di sekolah negeri, kemungkinan untuk dicaci maki itu sgt besar, dan apalagi sebagian besar sekolah banyak yg tidak memberikan dukungan pada anak2 yg cacat (aku salah satunya). sekolah negeri kebanyakn membuat anak yg bersekolah disana terus mengikuti arus, jadi bnyak sekali anak sekolah negeri yg hampir tidak pernah berfikir untuk bolos, apalagi anak yg dibully, ada sebagian besar dari mereka tutup mulut dari org tua dan guru, tapi tidak pernah meminta untuk bolos ataupun minta sekolah (sekalipun dia bisa) malah akhirnya ketika mereka menjadi senior, mereka melampiaskannya ke adik kelas... (kesannya mereka seperti berfikr kalau ah nanti juga berhenti, tapi mereka tidak bertindak sama sekali)

anak jalanan sebagian pasti pernah sekolah dan biasanya sekolah negeri (soalnya sekolah untuk orang miskin yg swasta kan sangat jarang, bahkan aku cuma tahu satu, smart ekselensia) kukira mungkin mereka juga kena kebiasaan itu, mereka diperlakukan buruk di rumah namun tidak pernah berfikir untuk kabur dari rumah? aku menangkap banyak anak2 indonesia yang tidak terbiasa menyelesaikan masalah, ketika mereka mendapatkan masalah, bukannya mentuntaskan, tapi mereka malah diam menunggu selesai sendirinya)


aku mau bikin komik tokoh utamanya ini lari dari rumah karena ingin bebas dari kekerasan rumah tangga, hanya saja aku belum pernah dengar berita semacam itu di tv indonesia (jadi aku sedikit kurang yakin klo ini kenyataan yg pernah terjadi di ina), biasanya anak kabur dari rumah karena terjerat dengan kebiasaan buruk seperti narkoba, atau judi, gank. untuk anak yg kabur dari rumah karena kekerasan rumah tangga, aku belum pernah dengar, justru kalau anak2 mati karena diperlakukan buruk oleh ortu kandung di rumah malah sering.


kalau aku mewawancarai anak jalanan yg seperti itu, aku sudah paham kalau mereka kemungkinan besar tidak akan jujur sepenuhnya, ada kebiasaan yang menekan mereka bahwa mereka bisa mengatasinya sendiri, atau masalah akan selesai sendirinya.


aku tidak bisa pakai cerita manga yg ada anak2 yg kabur dari rumah karena tidak tahan dengan perilaku orang tua, orang jepang memiliki banyak perbedaan dengan orang indonesia, pemikiran mereka berbeda, pemikiran org jepun rata2 lebih luas dan fleksibel, dan lingkungan jepun jauh lebih aman dibandingkan indonesia, indonesia tidak memiliki sistem keamanan yg cukup tinggi untuk membawa anak2, di jepang saja anak2 sd bisa ke sekolah jalan kaki atau bahkan naik kereta setiap hari sendiri.


terima kasih jwbnya (sori untuk kategorinya di komik dan animasi, soalnya untuk bahan komik)

wah makasih untuk semuanya yg udah sabar membaca dan capek2 ngetik!

aku baru aja nonton film oprah, tentang bullying, kalau kamu dibully kamu harus melindungi dirimu dan berteriak "TIDAK!" sebisa kamu, pembully itu tidak punya hati (tapi ngga segitunya juga kok) dan mereka mirip anjing, anjing baru nurut kalau diteriakin seperti "DUDUK!" 50% mereka akan menghentikan tindakan mereka (cuma 50% lho, tapi untung gede)


untuk anak2 yg auditory-nya bagus, mereka masih bisa diceramahin, tapi klo justru lebih banyak di kinestetik, mereka harus ditarik dengan "tindakan" juga.


cuman numpang share, tapi memang banyak sekali alasan ngga mau pindah atau kabur dari rumah padahal lingkungan tidak mendukung, alasan nanggunglah bentar lagi, atau apalah... tapi pesanku, jgn nasehati anak/teman yg dibully dengan berkata "abaikan saja" sama sekali tidak membantu, yg ada menambah luka. sesuai kataku, tegaskan dia untuk menolak dibully dengan suara lantang, demi diri sendiri.


thx! sori panjang2 lagi

Aku sempat pusing untuk bikin planningnya, awalnya aku ingin buat sang tokoh utama kabur dari rumah karena org tuanya memperilakukan buruk (awalnya mau karena pernah disodom, cuman kayakny kurang pas untuk mental si anak, klo disodom biasanya lebih cepat jadi abnormal)

tapi aku sedikit bingung "faktor apa yang membuatnya baru memutuskan akan kabur?" biasanya memang ditunggu lama alih alih berharap selesai sendirinya, dan tapi akhirnya tidak tahan itu yg aku bingung, memang anak bisa kuat sama perilaku ortu berapa lama? apa faktor yg bikin dia mencoba kabur? ngomong dan rencana itu gampang bgt, tindakannya bisa jadi sangat berat diluar dugaan, itulah yg aku ampe ngerasa wah, anak itu berani bertindak... tapi sekali lagi (maaf) apa yg bikin dia mau bertindak? sekalipun tahu itu berat?


anak2 seperti itu bikin takjub rasanya, ajaib...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar